EKONOMI DAN PENDIDIKAN

PENDAHULUAN

Dalam UU nomor 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional (PROPENAS), dinyatakan bahwa ada tiga tantangan besar dalam bidang pendidikan di indonesia, yaitu (1) mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai, (2) mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing dalam pasar kerja global, (3) sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan perubahan dan penyesuaian sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman, memerhatikan kebutuhan daerah dan peserta didik, serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.

Dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah ditegaskan bahwa sistem pendidikan nasional yang bersifat sentralis selama ini kurang mendorong terjadinya demokratisasi dan desentralisasi penyelenggaraan pendidikan. Sebab sistem pendidikan yang sentralistis diakui kurang bisa mengakomodasi keberagaman daerah, keberagaman sekolah, serta keberagaman peserta didik, bahkan cenderung mematikan partisipasi masyarakat dalam pengembangan masyarakat dalam pengembangan pendidikan.

Suatu Negara dapat berkembang pesat tidak cukup didukung dengan memiliki kekayaan alam yang melimpah.  Akan tetapi kemampuan sumber daya manusia dalam mengelolah kekayaan alam disuatu negara sangat berpengaruh. Dengan begitu perlu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalu jalur pendidikan baik itu informal,formal maupun non formal, yang mana secara tidak lagsung dapat mengisi pembangunan Negara.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang dilakukan oleh manusia dalam upaya membentuk manusia yang berkualitas sehingga mampu memajukan dan mengembangkan suatu negara. Dari definisi tersebut maka dapat dikatakan bahwa pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia sehingga mampu memberikan sumbangan-sumbangan terhadap kemajuan negara.

Pendidikan merupakan salah satu faktor  dominan dalam mengupayakan pembangunan suatu negara secara optimal. Melalui pendidikan yang bermutu akan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang memiliki pengetahuan yang tinggi serta mampu mengimplementasikannya secara optimal sehingga mampu memberikan sumbangan terhadap kemajuan negara.

Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, maka akan semakin produktif sehingga akan menghasilkan pendapatan yang tinggi. Semakin banyak masyarakat dalam suatu negara memiliki pendapatan yang tinggi maka akan semakin sejahtera. Sehingga tingginya tingkat kesejahteraan masyarakat akan membantu dalam proses pembangan suatu negara.  Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai pendidikan dan pembangunan untuk memperoleh pengetahuan secara mendalam mengenai hal tersebut.

PEMBAHASAN

1. Pengertian Pendidikan dan Pembangunan

Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I, pendidikan didefinisikan sebagai “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan diartikan sebagai  “proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan”.

Ki Hajar Dewantara (dalam Syarif, t.t:3), pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Dalam pengertian yang agak luas, Tardif (dalam Syah, 2010:10) mengartikan pendidikan sebagai seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manusia, juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan.

Sehingga pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan terencana dalam mengembangkan kemampuan, mengubah sikap dan tingkah laku dalam rangka memberdayakan dan mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran.

Sedangkan pengertian pembangunan menurut Buchori (dalam Mahmud, 2012:1) adalah suatu proses peralihan yang dialami oleh suatu masyarakat dari kondisi yang serba “tradisional” ke kondisi yang serba “modern”, seperti yang diperlihatkan oleh negara-negara maju.

Pembangunan dapat dilihat sebagai upaya mengenali lingkungan-lingkungan yang terdapat dalam  kehidupan masyarakat sekarang ini dan selanjutnya menentukan serta melaksanakan tindakan-tindakan tertentu untuk meluruskan kekurangan-kekurangan tersebut dan dengan demikian menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan (Buchori dalam Mahmud, 2012:1).

Dari uraian tersebut, kami menyimpulkan bahwa pembangunan adalah yaitu suatu proses perbaikan dari kekurangan-kekurangan yang ada dengan melakukan hal-hal yang bisa bermanfaat di masa depan sehingga menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

2. Keterkaitan Pendidikan dan Pembangunan

Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Pembangunan dalam keterkaitannya dengan pengembangan sumberdaya manusia yang berarti bahwa pembangunan tidak semata-mata pembangunan material dan fisik saja akan tetapi juga pembangunan spiritual yaitu pembangunan manusia yang menjadi tugas utama pendidikan.

Disini terlihat, bahwa esensi pembangunan bertumpu dan berpangkal dari  manusianya. Pembangunan berorientasi pada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. Karena hanya pembangunan yang terarah kepada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia yang dapat meningkatkan martabatnya sebagai manusia. Peningkatan martabat manusia selaku manusia yang menjadi tujuan final dari pembangunan.

Dalam ruang gerak pembangunan, manusia dapat dipandang sebagai objek dan sekaligus juga sebagai subjek pembangunan. Sebagai obyek pembangunan manusia dipandang sebagai sasaran yang dibangun. Dalam hal ini pembangunan meliputi ikhtiar ke dalam diri manusia, berupa pembinaan pertumbuhan jasmani, dan perkembangan rohani yang meliputi kemampuan penalaran, sikap diri, sikap sosial, dan sikap terhadap lingkungannya, tekat hidup yang positif serta keterampilan kerja. Manusia dipandang sebagai “subjek” pembangunan karena ia dengan segala kemampuannya menggarap lingkungannya secara dinamis dan kreatif, baik terhadap sarana lingkungan alam, maupun lingkungan sosial/spiritual (Rokhmani, 2009:15).

Jadi pendidikan mengarah ke dalam diri manusia, sedang pembangunan mengarah ke luar yaitu ke lingkungan sekitar manusia. Jika  pendidikan  dan pembangunan dilihat sebagai suatu garis proses, maka keduanya merupakan suatu garis yang terletak kontinyu yang saling mengisi. Proses pendidikan pada satu garis menempatkan manusia sebagai titik awal, karena pendidikan mempunyai tugas untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk pembangunan, yaitu pembangunan yang dapat memenuhi hajat hidup manusia luas serta mengangkat martabat manusia sebagai makhluk. Hasil pendidikan itu menunjang pembangunan, juga dapat dilihat korelasinya dengan peningkatan kondisi sosial ekonomi peserta didik yang mengalami pendidikan (Rokhmani, 2009:15).

 3. Peranan Pendidikan Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia

Pembangunan suatu negara memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia merupakan modal dasar sebagai agen-agen aktif yang dapat mengumpulkan modal, sehingga dapat mengeksploitasikan sumber-sumber alam untuk melaksanakan pembangunan. Sebuah negara yang tidak dapat mengembangkan keahlian dan pengetahuan rakyatnya maka tidak dapat memperdayakan mereka secara efektif dalam pembangunan. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat diwujudkan melalui pendidikan yang baik dan bermutu.

Pendidikan memberi sumbangan dalam menyediakan tenaga kerja berpengetahuan, berketrampilan dan menguasai teknologi sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Sebagai contoh, selama kurun waktu 1920-an hingga 1990-an, pembangunan pendidikan di Amerika Serikat telah memberi sumbangan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negaranya sebesar 14%. Bila perkembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan proses produksi dikonfirmasi secara ekonomi, sumbangannya meningkat berkali lipat mencapai 42% (Syechalad, 2010: 45).

Muhammad (2011) menygatakan sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari beberapa segi dibawa ini :

a.  Segi Sasaran Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkpribadian kuat dan utuh serta bermoral tinggi. Jadi tujuan citra manusia pendidikan adalah terwujudnya citra manusia yang dapat menjadi sumber daya pembangunan yang manuisawi.

b. Segi Lingkungan Pendidikan

Klasifikasi ini menunjukkan peran pendidikan dalan berbagai lingkungan atau sistem. Lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga (pendidikan informal), lingkungan sekolah (pendidikan formal), lingkungan masyarakat (pendidikan non formal) atau dalam sistem pendidikan pra jabatan dan dalam jabatan.

1. Lingkungan keluarga

Dalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik (habbit formation) tentanng hal-hal yang berhubungan dengan kecekatan, kesopanan, dan moral. Diamping itu, kepada mereka ditanamkan keyakinan-keyakinan yang penting utamanya hal-hal yang bersifat religious. Hal-hal tersebut sangat tepat dilakukan pada masa kanak-kanak sebelum perkembangan rasio yang mendominasi perilakunya. Kebiasan baik dan keyakinan-keyakinan penting yang mendarah daging merupakan landasan yang sangat diperlukan untuk pembangunan

2. Lingkungan Sekolah

Pada lingkungan sekolah, peserta didik dibimbing untuk memperluas bekal yang telah diperoleh dari lingkungan keluarganya berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap. Bekal yang dimaksud disini berupa bekal dasar, lanjutan ataupun bekal kerja yang langsung dapat digunakan secara aplikatif (sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi). Bekal tersebut dipersiapkan secara formal dan berguna sebagai sarana penunjang pembangunan diberbagai bidang.

3. Lingkungan masyarakat

Pada lingkungan masyarakat (pendidikan formal), peserta didik memperoleh bekal praktis untuk berbagai jenis pekerjaan, khusunya mereka yang tidak sempat melanjutkaan proses belajarnya melalui jalur formal. Pada masyarakat Indoneisia, sistem pendidikn non formal mengalami perekmbangan yang sangat pesat. Hal ini bertalian dengan semakin berkembangnnya sector swasta yang menunjang pembangunan. Disegi lain, hal tersebut dapat diartikan bernilai positif karena dapat mengkompensasikan keterbatasan lapangan kerja formal dilembaga pemerintah. Disamping itu juga dapat memperbesar jumlah angkatan kerja tingkat rendah dan menengah yang sangat diperlukan untk memenuhi proporsi yang sealaras antara pekerja rendah, menengah, dan tinggi. Hal demikian dapat dipandang sebagai upaya untuk menciptakan kestabilan nasional.

c. Segi Jenjang Pendidikan

Jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan Tinggi (PT) memberikan bekal kepada peserta didik secara berkesinambungan. Pendidikan dasar merupkan basic education ynag memberikan bekal dasar bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Artinya pendidikan tinggi berkualitas, jika pendidikan menengahnya berkualitas, pendidikn mengenag berkualitas jika pendidikan dasarnya berkualitas. Dengan basic education pada pendidikan dasar juga diartikan bahwa pendidikan dasar memberikan bekal dasar kepada warga Negara yang tidak sempat melanjutkan pendidikan untuk dapat melibatkan diri kedalam gerak pembangunan.

d. Segi Pembidangan Kerja Atau Sektor Kehidupan

Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi antara lain bidang ekonomi, hukum, sosial, politik, keuangan, perhubungan, dan komunikasi, pertanian, pertambangan, pertanahan dan lain-lain. Pembangunan sektor kehidupan tersebut dapat diartikan sebagai aktivitas, pembinaan, pengembangan, dan pengisian bidang-bidang kerja tersebut agar dapat memenuhi hajat hidup warga Negara sebagai suatu bangsa sehinggat tetap jaya dalam kancah kehidupan antara bangsa-bangsa di dunia. Pembinaan dan pengembangan bidang-bidang tersebut hanya mungkin dikerjakan jika diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan seperti yang dibutuhkan.

Menurut Mudyoharjo (Mahmud, 2012:1) peranan pendidikan dalam  pembangunan adalah:

1. Mengembangkan teknologi baru.

Hasil pendidikan adalah orang terdidik yang mempunyai kemampuan melaksanakan penelitian dan pengembangan yang dapat menghasilkan teknologi baru.

2. Menjadi tenaga produktif dalam  bidang konstruksi.

Orang-orang terdidik hasil pendidikan juga masuk dan aktif bekerja di bidang konstruksi yang menghasilkan rancang bangun berbagai macam pabrik dan perusahaan. Dari pabrik dan perusahaan tersebut akan menghasilkan berbagai kebutuhan barang dan jasa.

3. Menjadi tenaga produktif yang menghasilkan barang dan jasa.

Orang-orang terdidik hasil pendidikan dapat menjadi tenaga kerja produktif yang memproses produksi barang-barang kebutuhan hidup dan jasa, sehingga menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.

4. Pelaku generasi dan pencipta budaya

Orang-orang terdidik hasil pendidikan tidak hanya merevisi kebudayaan masa lampau tetapi juga sekaligus melakukan perbaikan-perbaikan  dan penciptaan unsur-unsur budaya baru berdasarkan kebudayaan lama yang telah dimilikinya.

5. Konsumen barang dan jasa.

Orang-orang terdidik hasil pendidikan merupakan orang-orang yang mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan karena mereka membutuhkan barang dan jasa tersebut dan arena mereka adalah orang-orang yang terdidik. Mereka bisa lebih selektif dalam  memilih barang-barang dan jasa yang lebih baik dari pada orang-orang yang tidak terdidik.

Dari uraian tersebut maka kami menyimpulkan sumbangan pendidikan terhadap pembangunan adalah

  1. Menyiapkan manusia sebagai sumber daya pembangunan yang mempunyai sikap, kepribadian yang kuat, pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang diperlukan dalam pembangunan.
  2. Mengembangkan pengetahuan dan teknologi baru yang dapat menunjang pelaksanaan pembangunan.
  3. Menyediakan lapangan pekerjaan yang memberi peluang bagi tenaga kerja untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan yang berarti bidang pendidikan dapat meratakan kesempatan dan pendapatan.

4. Peranan Pendidikan Dalam Pembangunan Ekonomi

Pendidikan memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi telah menjadi kebenaran yang bersifat aksiomatik. Berbagai kajian akademis dan penelitian empiris telah membuktikan keabsahannya.

Pendidikan bukan hanya melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, memilki pengetahuan dan ketrampilan serta menguasai teknologi, tetapi juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan konduksif bagi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, investasi di bidang pendidikan tidak saja berfaedah bagi perorangan, tetapi juga bagi komunitas bisnis dan masyarakat umum.

Pencapaian pendidikan pada semua level niscasnya akan meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat. Pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial dan ekonomi. Sedangkan kegagalan dalam membangun pendidikan akan menghasilkan problem krusial : penganguran, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba dan lain-lain sehingga menjadi beban sosial politik bagi pemerintah.

Ada tiga paradigma yang menegaskan bahwa pembangunan merujuk knowledge based economy lebih dominan:

  1. Kemajuan ekonomi dalam banyak hal bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Hubungan kausialitas antara pendidikan dan kemajuan ekonomi menjadi kiat kuat dan solid.
  3. Pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi.

PENUTUP

  1. SIMPULAN
    1. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh manusia dalam upaya meningkatkan kualitas manusia  sehingga manusia lebih produktif dan dapat memberikan sumbangan dalam pembangunan negara
    2. Pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pembangunan. Karena manusia merupakan subjek dan Objek dari pembangunan. Artinya, pembangunan dilakukan oleh manusia dan dilakukan untuk manusia.
    3. Pendidikan dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas sehingga manusia mampu melakukan pembangunan negara melalui keilmuan yang dimilikinya. Oleh karena itu, Pendidikan merupakan salah satu sarana yang dominan dala pembangunan Sumber Daya Manusia
    4. Pendidikan mampu menghasilkan manusia yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi sehingga lebih produktif. Sehingga dapat menambah pendapatan yang dimiliki
    5. Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi produktivitas kerjanya sehingga pendapatannya meningkat dan kesejahteraannya juga ikut meningkat.
  1. SARAN
    1. Peningkatan mutu pendidikan harus terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang secara langsung turut membantu dalam pembangunan suatu negara
    2. Alokasi dana untuk pendidikan hendaknya ditingkatkan untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Pendidikan dan pembangunan. Online, (http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/15/pendidikan-dan-pembangunan/, diakses tanggal 04 Desember 2012, 18.59 PM)

Anonim. 2012. Keterkaitan pendidikan dengan pembangunan nasional. Online, (http://www.scribd.com/doc/50993120/Makalah-Keterkaitan-Pendidikan-dengan-Pembangunan-Nasional, diakses tanggal 04 Desember. 19.45 PM )

Mahmud. 2012. Esensi, Tujuan dan Peranan Pendidikan dalam Pembangunan, (Online), (http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/esensi-tujuan-dan-peranan-pendidikan.html, diakses 4 Desember 2012)

Muhammad, Darwis. 2011. Pendidikan dan Pembangunan, (Online), (http://www.psb-psma.org/content/blog/3563-pendidikan-dan-pembangunan, diakses 4 Desember 2012)

Rokhmani, Lisa. 2009. Analisis Human Development Index Indonesia (Investasi Pendidikan sebagai Daya Saing Bangsa). JPE, (Online), Vol. 2, (http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/03/tulisan-bu-lisa.pdf, diakses 4 Desember 2012)

Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Syarif, Roni. t.t. Definisi Pendidikan Menurut Para Ahli, (Online), (http://www.scribd.com/doc/24676437/Definisi-Pendidikan-Menurut-Para-Ahli, diakses 20 Oktober 2012)

Syechalad, Nur. 2010. Pendidikan dan Pembangunan Bangsa. Jurnal Edukasi, (Online), Vol. VI, (http://repository.upi.edu/operator/upload/s_e0551_044410_chapter1, diakses 4 Desember 2012)

UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional