NEED ASSESSMENT

Pengertian needs assessment dari beberapa ahli:

  1. Alison Roselt(1982) mengatakan bahwa training needs assessment adalah suatu study sistematis terhadap suatu perubahan atau inovasi dengan cara mengumpulkan data, opini dari berbagai sumber guna mengambil keputusan yang efektif.
  2. Roger Kaufman (1999), needs assessment is a process we use to identify gaps between current results and desired ones, place gaps in results (need) in priority order, select the most important ones to be addressed.

Kesimpulannya:

Need assessment (analisis kebutuhan) adalah proses analisis data dalam mengidentifikasi gap(kesenjangan) antara kinerja saat ini dengan kinerja yang diharapkan sehingga dapat diperoleh data mengenai kebutuhan pelatihan.

Informasi kebutuhan pelatihan tersebut akan membantu organisasi dalam menyusun program pelatihan/diklat sehingga pelatihan tidak salah sasaran dan tidak terjadi penghamburan. Ditinjau dari sumbernya, needs (kebutuhan) dapat berasal dari:

SUMBER NEED

Tujuan Need Assessment

  1. Memastikan bahwa pelatihan memang merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki masalah atau meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran.
  2. Memastikan bahwa para partisipan baik individu maupun lembaga yang mengikuti pelatihan benar-benar sasaran yang tepat.
  3. Memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pembelajaran selama pelatihan benar-benar sesuai dengan elemen-elemen yang dituntut dari suatu capaian tertentu.
  4. Mengidentifikasi bahwa jenis pelatihan dan metode yang dipilih sesuai dengan tema atau materi pelatihan.
  5. Memastikan bahwa masalah yang ada adalah disebabkan karena kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap tertentu bukan oleh alasan-alasan lain yang tidak bisa diselesaikan melalui pelatihan.
  6. Memperhitungkan untung-ruginya melaksanakan pelatihan mengingat bahwa sebuah pelatihan pasti membutuhkan sejumlah dana.

Manfaat Need Assessment

  1. Program diklat yang disusun sesuai dengan kebutuhan organisasi
  2. Menjaga dan meningkatkan motivasi peserta
  3. Efisiensi waktu dan biaya
  4. Dapat memahami penyebab timbulnya masalah seperti gap dan unsur manajemen yang lain (metode kerja yang kurang tepat, terbatasnya anggaran yang tersedia, perencanaan kurang matang, koordinasi yang tidak mantap, dan lain sebagainya).

Data yang harus dikumpulkan dalam need assessment:

  1. Alasan. Kebutuhan di setiap bagian dalam organisasi itu berbeda, sehingga kita dituntut benar-benar jeli dalam melihat kebutuhan yang ada
  2. Peserta. Menentukan siapa yang akan menjadi peserta dalam pelatihan
  3. Pekerjaan. Data atau informasi yang berhubungan dengan aspek pekerjaan yang harus dikumpulkan dan dianalisis mencakup hal-hal seperti: jenis pekerjaan (jabatan) apa yang sedang di review dan apa fungsi utama pekerjaan (jabatan) tersebut, apa saja kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan secara optimal, apa standard kinerja yang harus dipenuhi oleh pegawai, apakah pegawai sudah memenuhi standard kinerja yang diharapkan.
  4. Materi. Menentukan materi yang akan dirancang dalam sebuah program pelatihan merupakan suatu hal yang bersifat essential atau tidak.
  5. Dukungan. Komitmen dari para manager atau supervisor untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi peserta untuk dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan.
  6. Biaya. Sekecil apapun kegiatan pelatihan pasti membutuhkan dana. Oleh karena itu amat penting untuk menghitung untung rugi dari pelaksanaan suatu pelatihan.
  7. Memilih metode. Sebelum menentukan metode yang akan digunakan dalam pengumpulan data, maka perlu dipikirkan sumber-sumber data yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. Sumber-sumber data tersebut diantaranya adalah: Riset atau survey (critical incidents research, working climate survey, customer service survey, dsb), Penilaian kinerja (performance appraisal), Perencanaan karir pegawai, Perubahan prosedur kerja dan perkembangan teknologi, Perencanaan SDM.

 

Dalam needs assessment umumnya mencakup 3 analisis yaitu:

1. Analisis organisasi

Analisis organisasi menyangkut pertanyaan-pertanyaan di mana atau bagaimana di dalam organisasi, ada personel yang memerlukan pelatihan. Setelah itu dipertimbangkan biaya, alat-alat dan perlengkapan yang dipergunakan. Kemudian dilakukan analisis iklim organisasi, sebab hal ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan suatu program pelatihan. Sebagai hasil dari analisis iklim organisasi dapat diketahui kebutuhan-kebutuhan pelatihan. Aspek lain dari analisis organisasi ialah penentuan berapa banyak karyawan yang perlu dilatih untuk tiap-tiap klasiflkasi pekerjaan. Cara-cara untuk memperoleh informasi-informasi ini ialah melalui angket, wawancara atau pengamatan.

2.Analisis pekerjaan

Analisis pekerjaan antara lain menjawab pertanyaan : apa yang harus diajarkan atau diberikan dalam pelatihan agar para karyawan yang bersangkutan mampu melakukan pekerjaan secara efektif.

Tujuan utama analisis tugas ialah untuk memperoleh informasi tentang :

    1. Tugas-tugas yang harus dilakukan oleh karyawan.
    2. Tugas-tugas yang telah dilakukan pada saat itu.
    3. Tugas yang seharusnya dilakukan, tetapi belum atau tidak dilakukan karyawan.
    4. Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan baik, dan sebagainya

Untuk memperoleh informasi-informasi ini dapat dilakukan melalui tes-tes personel, wawancara, rekomendasi-rekomendasi, evaluasi rekan sekerja, dan sebagainya.

3. Analisis orang/pribadi

Dalam analisis pribadi menentukan siapakah yang membutuhkan pelatihan (dengan melihat antara kinerja saat ini dan kinerja yang diharapkan) dan pelatihan  macam apa yang dibutuhkan. Untuk hal ini diperlukan waktu untuk mengadakan diagnosis yang lengkap tentang kemampuan-kemampuan masing-masing personel. Untuk memperoleh informasi ini dapat dilakukan melalui achievement test, observasi, dan wawancara.

Sumber:

Dessler, Gary. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Indeks

Dinas Kesehatan Kota Palembang. 2011. Analisis Kebutuhan Diklat, (Online), (http://www.dinkes.palembang.go.id/?nmodul=berita&bhsnyo=id&bid=144, diakses 27 Oktober 2011)

Notoatmodjo, Soekidjo. 2011. Perencanaan, Analisis, Tujuan dan Jenis dari Pelatihan, (Online), (http://vibizmanagement.com/column/index/category/strategic_management/2285, diakses 27 Oktober 2011)

Papu, Johanes. 2002. Analisis Kebutuhan Pelatihan, (Online), (http://www.e-psikologi.com/epsi/industri_detail.asp?id=129, diakses 27 Oktober 2011)

Rina. 2011. Human Resource Management, (Online), (http://blog.stie-mce.ac.id/rina/2011/05/03/training-2-needs-assessment-of-training/, diakses 27 Oktober 2011)

Roesminingsih, Erny. 2009. Pedoman Model dan Paket Pelatihan Peningkatan Mutu Guru dalam Prespektif ManajemenStrategik.

Santoso, Budi. . Training Need Assessment, (Online), (http://www.terangi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=120%3Atraining-need-assessment&catid=64%3Apendidikan&Itemid=52&lang=id, diakses 27 Oktober 2011)

Suaedy, Sholeh. Tanpa Tahun. Penerapan Berbagai Metode Pembelajaran dalam Kegiatan Diklat, (Online), (http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20metode%20pelatihan%20diklat&source=web&cd=5&ved=0CDUQFjAE&url=http%3A%2F%2Fbdksurabaya.kemenag.go.id%2Ffile%2Fdokumen%2FPENERAPANBERBAGAIMETODEPEMBELAJARANDALAMKEGIATANDIKLAT.pdf&ei=J32rTpb-KoaHrAf68onTDA&usg=AFQjCNFJkrtfYN-k9waL8wS2VTKx8hOhPg&sig2=ALnQP8zrCJ3HEKfchY_E8w&cad=rja, diakses 29 Oktober 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s