PENDIDIKAN SEBAGAI INVESTASI DI BIDANG INDUSTRI

PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu tujuan dari pada pembangunan, karena pembangunan merupakan suatu usaha menjadikan keadaan menjadi lebih baik dari pada keadaan sebelumnya. Kondisi yang lebih baik ini  tidak hanya ditandai oleh adanya pembangunan fisik saja tetapi pembangunan di bidang spiritual merupakan factor utama dalam memaknai arti pembangunan, untuk itulah peranan pendidikan merupakan factor utama yang harus kita perhatikan.

Pembangunan ekonomi ditandai dengan tingkat kesejahteraan yang makin baik, tingkat pendapatan masyarakat dan secara akumulatif meningkatnya pendapatan nasional. Salah satu bidang yang memberi pengaruh besar terhadap meningkatnya pendapatan nasional adalah bidang industri. Dalam hal ini peran pendidikan juga turut serta dalam memajukan bidang industri. Pendidikan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesehatan, ketarampilan, pengetahuan, dan  kemampuan individual sehingga  dapat bekerja lebih produktif. Bidang industri membutuhkan pendidikan untuk kebutuhan sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak industri. Sumber daya manusia yang dicetak melalui pendidikan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dunia industri, mempunyai kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan dan mampu lebih meningkatkan daya saing industri dalam era globalisasi.

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pendidikan

Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I, pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan diartikan sebagai  proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Ki Hajar Dewantara (dalam Syarif, t.t:3), pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Dalam pengertian yang agak luas, Tardif (dalam Syah, 2010:10) mengartikan pendidikan sebagai seluruh tahapan pengembangan kemampuan-kemampuan dan perilaku-perilaku manusia, juga proses penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan.

Sehingga pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan terencana dalam mengembangkan kemampuan, mengubah sikap dan tingkah laku dalam rangka memberdayakan dan mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran.

Dengan demikian pendidikan perlu diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didik agar mampu mandiri. Setiap anak didik perlu diberi berbagai kemampuan dalam pengembangan berbagai hal, seperti konsep, prinsip, kreativitas, tanggung jawab, dan keterampilan. Inilah makna pendidikan yang harus senantiasa dipegangi oleh para pendidik, yaitu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

B.     Pengertian Investasi

Kata investasi merupakan kata adopsi dari bahasa inggris, yaitu investement. Kata invest sebagai kata dasar dari investment memiliki arti menanam. Menurut James C van Horn (1981), investasi adalah kegiatan yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada masa sekarang ini, dengan tujuan untuk menghasilkan barang di masa yang akan datang. Sedangkan Fitz Gerald (1978) mengartikan investasi sebagai aktifitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang pada saat sekarang ini. (http://id.shvoong.com/business-management/investing/2077045-pengertian-investasi-menurut-para-ahli/). Kedua definisi di atas mengarah pada investasi sebagai kegiatan untuk menanamkan modal pada masa sekarang ini agar pada masa yang akan datang dapat menghasilkan barang.

Dalam kamus istilah pasar modal dan keuangan investasi diartikan sebagai penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan Mulyana (2009:2) mengartikan investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.

Sehingga investasi adalah kegiatan menanamkan modal pada masa sekarang guna memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Modal disini dapat berupa uang, barang atau modal manusiawi yang dapat berupa keterampilan dan kecakapan.

Mengacu pada pengertian investasi yang dikemukakan di atas, jelas bahwa investasi tidak hanya menyangkut dengan uang sebagai modal utama untuk menghasilkan keuntungan di masa depan, tetapi juga mencakup SDM yang berupa keterampilan dan kecakapan yang dimiliki seseorang. Pengertian investasi ini sangat relevan dengan pendidikan, di mana dengan adanya pendidikan, keterampilan dan kecakapan seseorang akan semakin baik dan bertambah.

Setiap individu yang ingin berinventasi harus tahan mengorbankan dan mengesampingkan kesenangannya atau keinginannya untuk beberapa saat sesuai dengan kondisi yang ditempuhnya. Misalnya seseorang yang melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi berarti dia telah mengorbankan uang untuk biaya kuliah, waktu dan tenaga selama kuliah. Hasil investasi tersebut akan diperoleh ketika ia lulus kuliah dan menerimah ijazah yang dapat dipakai untuk melamar pekerjaan. Pekerjaan yang didapatkan dengan penghasilan yang sesuai ini merupakan salah satu bentuk keuntungan yang didapatkan dari investasi yang dilakukan pada masa lalu.

C.    Bidang Industri Dalam Era Globalisasi

Globalisasi membuat keterikatan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer dan bentuk interaksi lain. Globalisasi dalam perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, dan sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk – produk global ke dalam pasar domestik.

Globalisasi di bidang ekonomi ini juga akan mempengaruhi bidang industri. Globalisasi ini akan menghambat pertumbuhan sektor industri. Misalnya dalam perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini akan menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tinggi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang. Akibatnya sektor industri domestik akan sulit berkembang. Ketergantungan kepada industri yang dimiliki perusahaan multinasional pun semakin meningkat. Ketika SDM dalam negeri tidak dibekali dengan kemampuan dan keterampilan yang baik untuk mendobrak industri dan bersaing dengan kompetitor lain, maka industri dalam negeri akan berakhir dengan banyaknya industri yang dikuasai oleh asing.

Globalisasi juga mempengaruhi tenaga kerja. Perusahaan akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai dengan kelasnya seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional. Maka bisa dilihat bagaimana kesempatan kerja akan semakin berkurang. Tenaga kerja dalam negeri juga harus bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan. Dampaknya ketika SDM bangsa tidak mampu bersaing, maka pengangguran akan semakin memburuk, pendapatan nasional berkurang dan akan memberikan efek buruk pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara.

Maka cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi hal-hal di atas adalah mempersiapkan SDM yang handal, mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk bersaing dalam sektor industri dalam era globalisasi ini baik SDM sebagai pembangun/ pemilik industri atau sebagai tenaga kerja yang ahli dan profesional.

D.    Pendidikan Sebagai Investasi di Bidang Industri

Pendidikan memberikan kontribusi dalam bidang produksi sehingga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat dilihat melalui dua pendekatan yaitu

1.Pendekatan mikro

Pada tingkat mikro, berbagai penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan kesejahteraan yang terkait dengan tambahan tahun pendidikan, dengan tingkat pengembalian yang berbeda-beda dengan tingkat pendidikan. Dari sudut pandang ekonomi mikro, investasi sumber daya manusia dianggap sebagai salah satu penentu utama keberhasilan dalam dunia kerja dan investasi. Pendidikan menjadi sangat penting sebagai peluang terbesar untuk mengakses pasar tenaga kerja, serta kemajuan karier dan perbaikan status profesional, termasuk dalam hal pendapatan. Pendidikan juga merupakan kontributor penting bagi kemampuan teknologi dan perubahan teknis dalam industri.

2.Pendekatan makro

Pada tingkat makro, diyakini bahwa daya saing suatu negara dan produksinya tidak hanya tergantung pada tingkat akumulasi dan persediaan investasi dalam modal fisik, tapi juga investasi yang tertanam pada sumber daya manusia. Kita juga tidak dapat mengabaikan fakta penting lain: bentuk-bentuk investasi dalam pendidikan dan pelatihan, tidak hanya menentukan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tetapi berdampak positif pada kesehatan, penurunan kejahatan dan kohesi sosial. Oleh karena itu, pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia berdampak sosial lebih besar selain  produktivitas di bidang  ekonomi. Semakin tinggi tingkat pendidikan angkatan kerja semakin tinggi produktivitas secara keseluruhan karena pekerja lebih terdidik cenderung untuk berinovasi, dan dengan demikian mempengaruhi hampir semua produktivitas. (http://djadja.wordpress.com).

Investasi dalam pendidikan untuk bidang industri akan meningkatkan ketrampilan, pengetahuan, dan kemampuan serta sikap tenaga kerja terdidik sebagai faktor penentu  untuk menjadi lebih produktif. Semakin tinggi tingkat pendidikan pekerja semakin tinggi produktivitasnya. Produktivitas pekerja tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Produktivitas tenaga kerja merupakan  upaya meningkatkan kemampuan setiap waktu sehingga dapat mencapai kinerja yang lebih tinggi lagi. Produktivitas setiap individu tenaga kerja diukur dari hasil kerja fisik masing-masing pekerja secara perorangan dibandingkan dengan masukannya (waktu, biaya, dan tenaga) yang dipergunakan untuk menghasilkan output kerja tersebut.

Di lain pihak, produktivitas industri  itu sendiri sudah pasti memberikan keuntungan, baik terhadap modal maupun tenaga kerja. Semakin tinggi tingkat produktivitas  industri semakin tinggi pula rata-rata gaji atau penghasilan pegawai, serta semakin tinggi pula kemungkinan perluasan usaha bagi industri yang  bersangkutan. Dengan temuan tersebut disebutkan pula bahwa  semakin tinggi tingkat pendidikan tenaga kerja semakin  besar produktivitasnya yang tercermin dalam penghasilannya. Artinya, tamatan jenjang pendidikan yang lebih tinggi menunjukkan tingkat produktivitas kerja riil yang lebih tinggi pula. (Sumiyati, t.t:1)

Jadi pendidikan sebagai investasi di bidang industri dipandang sebagai investasi yang produktif dan tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang konsumtif tanpa manfaat balikan yang jelas. Pendidikan dalam hal ini akan menentukan kualitas SDM yang akan menjadi input tenaga kerja bagi sektor industri.

PENUTUP

Kesimpulan

1.      Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam mengembangkan kemampuan, mengubah sikap dan tingkah laku dalam rangka memberdayakan dan mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran.

2.      Investasi adalah kegiatan menanamkan modal pada masa sekarang guna memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Setiap individu yang ingin berinventasi harus tahan mengorbankan dan mengesampingkan kesenangannya atau keinginannya untuk beberapa saat sesuai dengan kondisi yang ditempuhnya.

3.      Globalisasi di bidang ekonomi ini juga akan mempengaruhi bidang industri. Globalisasi ini akan menghambat pertumbuhan sektor industri dalam negeri. Ketika SDM dalam negeri tidak dibekali dengan kemampuan dan keterampilan yang baik untuk mendobrak industri dan bersaing dengan kompetitor lain, maka industri dalam negeri akan berakhir dengan banyaknya industri yang dikuasai oleh asing. Selain itu tenaga kerja dalam negeri juga harus bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan.

4.      Pendidikan sebagai investasi di bidang industri dipandang sebagai investasi yang produktif dan tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang konsumtif tanpa manfaat balikan yang jelas. Pendidikan dalam hal ini akan menentukan kualitas SDM yang akan menjadi input tenaga kerja bagi sektor industri. Semakin tinggi tingkat pendidikan angkatan kerja semakin tinggi produktivitas secara keseluruhan karena pekerja lebih terdidik cenderung untuk berinovasi, dan dengan demikian mempengaruhi hampir semua produktivitas. Dengan pendidikan tenaga kerja juga akan mempunyai kemampuan mengakses pasar tenaga kerja, serta kemajuan karier dan perbaikan status profesional, termasuk dalam hal pendapatan.

 

DAFTAR RUJUKAN 

Djaja. 2012. Pendidikan Sebagai Parameter Produksi dan Pengaruhnya dalam Model Pertumbuhan, (Online), (http://djadja.wordpress.com/2012/06/19/thinkedu-pendidikan-sebagai-parameter-produksi-dan-pengaruhnya-dalam-model-pertumbuhan/, diakses 17 Oktober 2012)

Huda, Nurul. 2008. Investasi Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyana, Deden. 2009. Pengertian Investasi, (Online), (http://deden08m.files.wordpress.com/2009/02/materi-1-pengertian-investasi.pdf, diakses 20 Oktober 2012)

Sumiyati, Sri. t.t. Deskripsi Mata Kuliah Ekonomi Pendidikan, (Online), (http://www.ut.ac.id/html/suplemen/peko4407/all.htm, diakses 17 Oktober 2012)

Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Syarif, Roni. t.t. Definisi Pendidikan Menurut Para Ahli, (Online), (http://www.scribd.com/doc/24676437/Definisi-Pendidikan-Menurut-Para-Ahli, diakses 20 Oktober 2012)

Tanpa Nama, 2010. Pengertian Investasi Menurut Para Ahli, (Online), (http://id.shvoong.com/business-management/investing/2077045-pengertian-investasi-menurut-para-ahli/, diakses 20 Oktober 2012)

UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s