Desentralisasi UN

DESENTRALISASI UJIAN NASIONAL SEKOLAH DASAR SEBAGAI BENTUK PENILAIAN OTENTIK PADA KURIKULUM 2013

Sekolah adalah salah satu dari tri pusat pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan selain di keluarga dan masyarakat. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan formal dengan didasarkan pada kurikulum tertentu sesuai dengan tingkat kelas dan berbagai aturan yang berlaku di sekolah.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan dan metode pembelajaran. Kurikulum digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk membuat penyelenggaraan proses belajar mengajar di sekolah dapat dilaksanakan secara terencana, tertib dan teratur sehingga dapat menghasilkan output yang unggul dan berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 Bab II pasal 3 yaitu “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Kurikulum yang diterapkan di Indonesia terus mengalami perubahan dan penyempurnaan. Pada tahun ajaran 2013/2014, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan diganti dengan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu. Elemen perubahan kurikulum 2013 didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar proses, standar isi dan standar penilaian.

Salah satu elemen perubahan pada kurikulum 2013 adalah elemen penilaian. Penilaian akan dilakukan berbasis kompetensi. Penilaian yang pada awalnya dilakukan melalui tes untuk mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja akan berubah menjadi penilaian otentik untuk mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.

Penilaian otentik adalah penilaian yang menilai kemampuan riil siswa dalam kaitannya dengan kompetensi yang dimiliki siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan pendapat Mueller (Rustaman, t.t:3) menyatakan penilaian otentik merupakan suatu bentuk penilaian yang para siswanya diminta untuk menampilkan tugas pada situasi yang sesungguhnya mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan esensial yang bermakna. Pendapat serupa dikemukakan oleh Stiggins (1987) yang menekankan keterampilan dan kompetensi spesifik untuk menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang sudah dikuasai. Rustaman (t.t:4) mengemukakan bahwa penilaian otentik melibatkan suatu tugas (task) bagi para siswa untuk menampilkan dan sebuah kriteria penilaian atau rubrik (rubrics) yang akan digunakan untuk menilai penampilan berdasarkan tugas tersebut.

Penerapan penilaian otentik pada kurikulum 2013 membuat tenaga pendidik harus dapat menjalankan perannya melakukan penilaian secara optimal sesuai dengan ketentuan dan tuntutan kurikulum 2013. Tenaga pendidik harus mulai membuat rencana pembelajaran serta melakukan penilaian otentik yang mencakup tiga kompetensi yaitu afektif, psikomotorik dan kognitif. Dalam melakukan penilaian otentik, guru harus memperhatikan kriteria-kriteria tugas yang dapat dilakukan penilaian otentik.

Baron’s (Rustaman, t.t:4) mengemukakan lima kriteria tugas untuk penilaian otentik yaitu: 1) tugas tersebut bermakna baik bagi siswa maupun bagi guru; 2) tugas disusun bersama atau melibatkan siswa; 3) tugas tersebut menuntut siswa menemukan dan menganalisis informasi sama baiknya dengan menarik kesimpulan tentang hal tersebut; 4) tugas tersebut meminta siswa untuk mengkomunikasikan hasil dengan jelas; 5) tugas tersebut mengharuskan siswa untuk bekerja atau melakukan. Tugas-tugas untuk penilaian otentik dapat berupa computer adaptive testing, tes pilihan ganda diperluas, extended response, group performance assessment atau individual performance assessment, interviu, observasi parsipatif, portofolio, projek, expo atau demonstrasi, dan constructed response. Berbagai macam bentuk tugas otentik ini dapat menjadi pilihan guru untuk menerapkannya sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Salah satu alat penilaian pendidikan yang menjadi perhatian masyarakat selama ini adalah ujian nasional. Pelaksanaan ujian nasional selalu mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Banyak pihak yang mengkritisi mulai dari substansi materi yang diujikan sampai pada penyelenggaraan ujian nasional. Kenyataannya pelaksanaan ujian nasional pada tahun 2013 ini mengalami banyak gangguan seperti yang tertulis dalam Kompas tanggal 15 April 2013 bahwa pemerintah kurang memperhatikan siswa yang berkebutuhan khusus dengan tidak adanya naskah soal ujian nasional dengan huruf braille di SMK 8 Solo. Selain itu Kompas tanggal 19 April 2013 juga menuliskan bahwa ujian nasional di sebelas provinsi ditunda karena buruknya distribusi naskah soal ujian nasional.

Ujian nasional pada dasarnya adalah penilaian berdasarkan aspek kognitif saja. Sedangkan penilaian aspek psikomotorik dan afektif tidak termasuk dalam ujian nasional. Selama ini ujian nasional dianggap perlu untuk memetakan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun dengan berlakunya kurikulum 2013 yang akan dilakukan secara bertahap dan dimulai pada bulan Juni 2013, maka semua elemen perubahan yang ada pada kurikulum 2013 harus dilakukan termasuk penilaian. Ujian nasional untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menegah Atas masih dianggap perlu dilakukan dan diatur oleh pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) untuk memetakan kualitas pendidikan. Namun bagi Sekolah Dasar yang termasuk dalam pendidikan dasar, ujian nasional sebaiknya dapat diselaraskan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yaitu dengan cara adanya desentralisasi ujian nasional pada jenjang sekolah dasar.

DAFTAR RUJUKAN

Kompas. 2013. Tak Ada Naskah UN Braille, Pengawas Bacakan Soal. 15 April. Solo

Kompas. 2013. Ini Saran Jokowi Soal Ujian Nasional.19 April. Jakarta

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. Bahan Uji Publik Kurikulum 2013, (Online), (http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2012/12/bahanujipublik_kurikulum2013.pdf, diakses 20 April 2013)

Rustaman, Nuryani Y. t.t. Penilaian Otentik (Authentic Assessment) dan Penerapannya dalam Pendidikan Sains, (Online), (http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/195012311979032-NURYANI_RUSTAMAN/PENILAIAN_OTENTIK_Sgr%2706.pdf, diakses 10 April 2013)

Stiggins, RJ. 1994. Student-Centered Classroom Assessment. New York: Macmillan College Publishing Company.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003

One thought on “Desentralisasi UN

  1. JAKARTA–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh punya penafsiran sendiri tentang pasal 67 ayat 1a Peraturan Pemerintah (PP) 32/2013 perubahan PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Menurut Nuh, pasal itu tidak menyebutkan penghapusan Ujian Nasional (UN) tingkat SD.

    Pasal 67 PP 32/2013 itu harus dibaca secara utuh. Pada Pasal 67 ayat (1) berbunyi Pemerintah menugaskan BSNP (badan standar nasional pendidikan) untuk menyelenggarakan UN yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah, dan jalur non formal kesetaraan.

    Sementara ayat (1a) berbunyi, UN untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan untuk SD/MI/SDLM atau bentuk yang lain yang sederajat. Nah, oleh M Nuh, pengecualian ini bukan berarti menghapuskan UN di tingkat SD.

    “Artinya UN SD masih tetap ada, hanya tidak ditugaskan atau diselenggarakan oleh BSNP,” kata M Nuh di Kemdikbud, Jumat (17/5)

    baca artikel selanjutnya di http://www.jpnn.com/read/2013/05/17/172481/Mendikbud:-UN-SD-Tidak-Dihapus-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s